Share on facebook
Share on twitter

Dalam rangka memperingati World Clean Up Day (WCD) pada Sabtu, 21 September 2019 lalu, BEM Kema Unpad turut melakukan bersih-bersih sungai di sekitar wilayah Jatinangor. Kegiatan ini sukses menggerakkan 200 orang volunteer dari berbagai universitas, 10 instansi pemerintah, dan 2 komunitas. Tahun ini, WCD di Jatinangor dilakukan di enam titik pembersihan, yaitu tiga titik di Desa Sayang dan tiga titik di Desa Cikeruh, dengan berat sampah yang terkumpul sebanyak 750 kg. Dalam pelaksanaannya, mahasiswa dibagi menjadi beberapa kelompok sesuai titik pembersihan. Brimob dsn DLHK turut membantu dalam mobilisasi volunteer, turun langsung membersihkan sungai, serta membantu pengangkutan sampah. Masyarakat sekitarpun turut membantu upaya pembersihan sungai tersebut.

            World Clean Up Day WCD merupakan kegiatan membersihkan sampah yang diadakan serentak di 157 negara di hari yang sama. Mengingat kondisi bumi ini udah tidak sehat,  seperti perubahan iklim yang drastis, Global Warming,  dan berbagai hal yang disebabkan oleh sampah ternyata memiliki dampak yang besar. Dengan mengikuti kegiatan WCD, jumlah 13.000 orang relawan dapat membantu Indonesia mengatasi masalah sampah, mengingat Indonesia merupakan penyumbang sampah terbesar. Kegiatan WCD juga bertujuan untuk meningkatkan awareness bahwa membersihkan sampah itu sulit, maka kita harus menumbuhkan kesadaran untuk tidak membuang sampah sembarangan.

            Dalam melaksanakan WCD, antusiasme sivitas akademika Unpad mulai meningkat dan terlihat bahwa mahasiswa kini tertarik dalam kegiatan sosial lingkungan. Hal tersebut didukung oleh DLH Sumedang, Kecamatan, Brimob, dan Polsek Sumedang yang ikut hadir dan bekerja bersama. Masyarakat sekitar menunjukkan respon positif dan apresiasi kepada semua relawan yang peduli terhadap lingkungan dengan menggerakkan massa yang banyak. Kegiatan WCD lalu menjadi momentum baik untuk warga Desa Cikeruh dan Sayang sendiri khususnya dalam menata kembali lingkungan mereka agar lebih nyaman.

            Kesadaran dalam peduli pada lingkungan khususnya sampah masih harus ditingkatkan untuk setiap sivitas akademika Unpad, karena kegiatan WCD pun belum cukup dalam menyadarkan setiap orang. Sivitas akademika Unpad juga membutuhkan kegiatan rutin dan pemahaman tentang cara pemilahan sampah.

            Kegiatan ini menjadi gerbang untuk mahasiswa dan masyarakat sekitar Jatinangor dalam peduli dan paham dengan isu lingkungan, khususnya masalah sampah. Dengan adanya kegiatan WCD, para mahasiswa maupun masyarakat lain yang sebelumnya belum pernah turun ke sungai atau ke lapangan dalam membersihkan sampah, kegiatan ini dapat menjadi pengalaman dan menumbuhkan rasa kepedulian bagi orang-orang yang mau belajar dan menjaga lingkungannya. Kegiatan ini juga dapat menyadarkan kita sesama manusia dalam kesadaran membuang sampah sendiri dan kesadaran membersihkan sampah tak hanya di lingkungan kita, tetapi semua tempat yang kita singgahi.

            “Saya sangat senang karena mahasiswa peduli dengan lingkungan sekitarnya. Saya berharap kegiatan ini tetap berlanjut kedepannya. Saya juga berharap dari mahasiswa dan pihak pemerintah untuk melakukan penyuluhan mengenai pengelolaan sampah agar masyarakat tidak lagi membuang sampah ke sungai,” ujar Pak Yan, warga Desa Sayang, saat diwawancarai. Pak Yan mengatakan, kurangnya kesadaran dan pengetahuan masyarakat untuk pengelolaan sampah, serta tidak memadainya tempat pembuangan sampah (TPS) membuat masyarakat akhirnya membuang sampah ke sungai.

            Saat ini, kondisi bumi yang terus memburuk, salah satunya akibat sampah. Sebagai sivitas akademika sudah sepatutnya kita memiliki kesadaran terhadap isu sosial lingkungan seperti ini, salah satunya dengan mengikuti kegiatan WCD yang bisa menjadi pembuktian bahwa kita peduli terhadap bumi. Dengan diadakannya WCD ini, diharapkan masyarakat pun bisa lebih sadar dan berpartisipasi aktif dalam menjaga lingkungan, khususnya dalam pengelolaan sampah.

(Annisa Sucinurani dan Adinda Shafira)

Leave a Reply