Share on facebook
Share on twitter

Telah dilaksanakan kegiatan webinar nasional dengan topik “Household Waste Can be a Threat to Our Climate” pada hari Minggu, 7 November 2021. Kegiatan webinar ini dilaksanakan secara daring melalui platform zoom meeting. Kegiatan ini dapat terlaksana dengan lancar meskipun ada beberapa kendala ketika kegiatan berlangsung. Namun, beberapa kendala tersebut dapat diatasi dengan baik. Pada kegiatan ini menghadirkan tiga pembicara yaitu:

  1. Kak Nala Amirah dari Green Welfare Indonesia
  2. Ibu Nurullia Fitriani, S.Si, MT dari Departemen Biologi FMIPA Universitas Padjadjaran
  3. Ibu Tini Martini Tapran dari Yayasan Generasi Semangat Selalu Ikhlas (GSSI)

Ibu Tini Martini membuka pematerian pertama dengan membahas kondisi sampah rumah tangga di Indonesia. “Umat manusia belum bisa memanfaatkan seluruh makanan dengan baik. Dari seluruh makanan yang dihasilkan bumi setiap tahunnya, sepertiga nya hilang atau terbuang. Makanan yang terbuang dari seluruh bagian sistem pangan akan berakhir menjadi sampah” paparnya. Beliau menambahkan, kunci sukses menuju Indonesia bebas sampah adalah dengan proses edukasi kepada masyarakat dan pemilahan sampah dari sumber, hal tersebut merupakan syarat utama untuk mengurangi transportasi sampah dan masuknya sampah ke TPA.

Selanjutnya materi disampaikan oleh Ibu Nurullia Fitriani, S.Si, MT yang spesifik menjelaskan emisi karbon di Indonesia. Beliau menjelaskan bahwa seluruh aktivitas yang dilakukan oleh manusia tidak terlepas dari emisi karbon, “bahkan kita bernafas pun mengeluarkan emisi karbon, lho” ujarnya. Disamping itu, langkah konkrit mengurangi emisi karbon dapat dilakukan oleh siapa saja, sedini mungkin dan sesegera mungkin. Beliau berharap seluruh pihak bisa bergandengan tangan sesuai dengan kemampuannya masing – masing untuk menghadapi fenomena ini.

Agenda materi terakhir pada webinar ini dipaparkan oleh Kak Nala Amirah yang lebih fokus membahas climate change. “semua akan memburuk apabila kita tidak aware  akan krisis iklim. Saat ini tingkat awareness sudah mulai tinggi, namun aksi yang masih kurang. Sehingga perubahan sistematis tidak cukup, perlu adanya perubahan dari setiap individu,” ujarnya. Beliau menambahkan, adanya harapan besar kepada youth generation jika dapat mewujudkan aksi climate change.Perubahan iklim, peningkatan emisi karbon, dan peningkatan jumlah sampah rumah tangga seharusnya tidak dianggap sepele oleh masyarakat, perlu disikapi dengan serius. Oleh karena itu, we don’t need one person to change it, but the whole person to make the change.

Leave a Reply