Harmoni Prabu di Tanah Padjadjaran

Share on facebook
Share on twitter

Prabu Unpad, merupakan singkatan dari Penerimaan Raya Mahasiswa Baru Universitas Padjadjaran adalah suatu rangkaian kegiatan penerimaan mahasiswa baru yang disiapkan oleh kurang lebih 821 orang panitia.

          Prabu sebagai gerbang awal penyambutan mahasiswa baru yang tahun ini diselenggarakan selama tiga hari, yakni tanggal 19-21 Agustus 2019. Prabu diselenggarakan di Kampus Jatinangor, maka sebagian Padjadjaran muda (Pramuda) yang kampusnya berada di luar area Jatinangor, salah satunya seperti mahasiswa baru kampus PSDKU Pangandaran dan Garut harus berangkat ke kampus utama di Jatinangor untuk mengikuti kegiatan Prabu.

          Pada tahun ini, Prabu mengangkat tema Harmoni Kolaborasi Padjadjaran, sebagai gambaran dari keserasian rasa dan aksi dalam sebuah penyambutan-penerimaan yang dibalut oleh kerja sama di Tanah Padjadjaran. Cita-cita yang luhur untuk membuat rasa cinta dan bangga terhadap Padjadjaran. Cita-cita yang luhur untuk membuat rasa cinta dan bangga terhadap Indonesia.

          Prabu 2019 ingin menanamkan semangat juang Padjadjaran kepada Pramuda agar mereka dapat lebih menghargai perjuangannya dalam menggapai mimpi untuk menimba ilmu di Unpad. Berlangsung selama tiga hari, setiap harinya Prabu mempunyai subtema tertentu yang ingin disampaikan kepada para pramuda. Hari pertama, subtema yang dihadirkan adalah “Padjadjaran”. Padjadjaran sebagai universitas dan Tanah Sunda. Hari kedua, subtema yang ingin disampaikan kepada Pramuda adalah “Indonesia”, nilai keberagaman budaya dan atmosfer nusantara. Hari ketiga, subtema yang dihadirkan adalah “Padjadjaran untuk Indonesia”, sebuah persembahan dari Padjadjaran untuk Indonesia.

          Tahukah Anda? Ada tiga karakter menggemaskan yang muncul dan menjadi maskot Prabu 2019. Tiga maskot itu diambil dari fauna-fauna khas Nusantara, di antaranya ada Airu sang Hiu Gergaji dari Danau Sentani di bumi Papua, Harimau Sumatera yang bernama Bara, dan Nipurna Burung Maleo dari dataran rendah Sulawesi. Masing-masing dari maskot ini juga memakai pakaian khas dari kepulauan tempatnya berasal, seperti Airu yang memakai lilitan sarung dengan motif khas Pulau Seram Papua, Bara dengan kain songket pandai siket khas Sumatera Barat dan Nirpuna yang dibalut kain etnik khas Toraja. Ketiga maskot ini dipilih untuk membawa semangat tanah Padjadjaran.

          Selain dari segi tema banyak perubahan dan inovasi yang dilakukan pada Prabu 2019, pada tahun ini tugas-tugas yang diberikan pada Pramuda lebih variatif dan sesuai dengan kebutuhan pada masa kini. Hal ini diterapkan dengan pemberian tugas mengenai peran mahasiswa terhadap revolusi industri 4.0 dan tugas yang mengharuskan setiap Pramuda mengkampanyekan aksi perubahan kebaikan di media sosial. Untuk merespon permintaan yang antusias kalangan anak muda, Prabu tahun ini juga membuat beberapa konten sinear Podcast, video Lifehacks kehidupan di Jatinangor bagi para Pramuda, dan video vertikal Bukan Jam Kuliah yang semuanya dapat disaksikan di YouTube Prabu Unpad.

          Perubahan lainnya pada Prabu 2019, yakni sistem pelaksanaannya. Sebelumnya, sistem pelaksanaan yang digunakan adalah desentralisasi, yang mana selama tiga hari berturut turut venue Prabu diselenggarakan di beberapa tempat sekaligus. Untuk tahun ini, sistem pelaksanaannya adalah gabungan antara sentralisasi dan desentralisasi. Dalam sistem gabungan ini, hari pertama Prabu dilaksanakan terpusat di Gor Jati Unpad Jatinangor, sementara untuk hari kedua saat student day berlangsung venue mengalami desentralisasi dan dibagi ke beberapa tempat. Pada acara pada hari ketiga, akan ada persembahan mozaik, Padjadjaran Welcoming Ceremony (PWC), dan pentas kreasi yang khusus dipersembahkan oleh panitia penyelenggara untuk Pramuda 2019, lho!

Universitas Padjadjaran sebagai gerbang awal kesuksesan mahasiswa baru, siapkah civitas akademika menyambut mereka?

Adinda Shafira/Meyla Putri Awalia

Leave a Reply