AKSI JUMAT KRAMAT ‘Jemput Majelis Wali Amanat, segera Pilih Kandidat’

Share on facebook
Share on twitter

Pada tanggal 29 Maret 2019, BEM Kema beserta mahasiswa Unpad juga tenaga pendidik, melakukan Aksi pengawalan Pemilihan Rektor di depan sekretariat MWA Unpad Jl Cimandirim, Bandung. Aksi ini dinamai dengan Aksi Jemput Majelis Wali Amanat, segera Pilih Kandidat (JUMAT KRAMAT) sebagai bentuk keseriusan dan bersihnya hari jumat untuk segera memilih rektor baru Unpad 2019-2024. Keberangkatan massa aksi terbagi di 2 titik, yakni keberangkatan dari Jatinangor pukul 11.04 WIB maupun dapat langsung menuju tempat lokasi aksi bagi yang berdomisi di Bandung dan sekitarnya menuju Sekretariat MWA Unpad Jl. Cimandiri, Bandung. Aksi berlangsung pukul 13.45 WIB. Aksi dipimpin oleh Komandan Lapangan, Siti Nurohmatiljanah Setiawan selaku Kepala Departemen Propaganda dan Aksi dan Koordinator Lapangan, Raka Aflah Hilmi. Aksi diikuti Mahasiswa, dosen, tenaga pendidik serta beberapa alumni Unpad.

Pada pukul 13.50 WIB aksi dibuka dengan orasi dan pembacaan puisi dimulai oleh Korlap sebagai pemandu aksi, kemudian dilanjutkan orasi oleh Imam Syahid Ketua BEM Kema Unpad sekaligus MWA Wakil Mahasiswa, serta Kepala Departemen Propaganda dan Aksi yang juga bertugas sebagai Komandan Lapangan, Siti Nurohmatiljanah Setiawan.

Diminta untuk Berdialog

Belum sampai 10 menit Siti berorasi, Ir. H. Iwan R.A. Abdulrachman atau biasa dipanggil Abah Iwan datang menghampiri massa aksi dan mengajak mahasiswa yang hadir untuk berdiskusi perihal pemilihan rektor hari ini di dalam Ruang Rapat Sekretariat MWA Unpad. Mahasiswa yang dikomandoi Korlap tetap meneruskan orasinya dan menyempaikan aspirasinya di depan sekretariat MWA. Abah Iwan menyanyangkan aksi pada saat itu karena baginya mahasiswa tak perlu berdemonstrasi menggugat keluarganya sendiri yaitu Unpad. Disamping itu Abah Iwan turut menyatakan akan mengundurkan diri jika dirasa mahasiswa tetap bersikeras dan melanjutkan aksi dan orasinya. Tetapi mahasiswa tetap dengan pendiriannya untuk melanjutkan aksi tanpa mengurangi rasa hormat sebab bagi mahasiswa ini bukan perihal menggugat keluarga sendiri, tapi atas dasar peduli sehingga pengawalan terus digalakan.

Setelah dilakukan diskusi, akhirnya diputuskan bahwa mahasiswa menyetujui untuk masuk berdialog bersama anggota mahasiswa yang hadir pada tanggal 29 Maret 2019. Danlap mendelegasikan 5 orang untuk menjadi wakil massa untuk berdialog di dalam, yakni Imam Syahid, Siti Nurohmatiljanah Setiawan, Nurul Hanifah Bai’un, M.Ibnu Faishal, Erlingga, dan Hisbi Z dan perwakilan dari dosen yakni Achmad Bachrudin, Dosen Statistika dan Bilal Dewansyah, Dosen Fakultas Hukum Universitas Padjadjaran.. Namun, orasi dan pembacaan puisi serta teatrikal aksi di depan Sekretariat MWA Unpad tetap berlangsung meskipun beberapa perwakilan mahasiswa dan tenaga pendidik pada akhirnya masuk dan berdiskusi di dalam ruang rapat tersebut.

MWA Hadir Tanpa Undangan

Di dalam ruangan, telah hadir 7 Anggota MWA Unpad dari berbagai unsur:

  1. Prof. Dr, Erri N. Megantara Unsur Senat Akademik
  2. Ir. Yudi Guntara Noor – MWA Unsur Masyarakat
  3. Ir. H. Iwan Ridwan Armansjah Abdulrachman – MWA Unsur Masyarakat
  4. Prof. H. Oekan Soekotjo Abdoellah, MA., Ph.D. – MWA Unsur SA
  5. Dr. Dudi Aripin, drg., Sp.KG – MWA Unsur SA
  6. Hikmat Kurnia – MWA Unsur Alumni
  7. Imam Syahid MWA Wakil Mahasiswa

Salah satu Anggota Majelis Wali Amanat Unsur Masyarakat, Yudi Guntara, menyatakan bahwa anggota MWA yang hadir siang ini (29/3) atas nama pribadi karena tidak terdapat undangan dari Ketua/Wakil Ketua MWA Unpad, padahal pada rapat MWA tertanggal 15 Maret 2019 telah ditentukan bahwa akan diadakan Rapat Pleno pada 29 Maret 2019—bahkan sudah ter-publish di beberapa media massa—untuk dilakukan Rapat Pleno MWA dengan agenda bahasan “Pemilihan Rektor” di hari ini.

Achmad Bachrudin, perwakilan aliansi Tendik yang hadir menyatakan bahwa, “Jika Pemilihan Rektor Unpad sesulit ini dilakukan, maka apa artinya MWA? Bukankah jika begini, MWA merupakan suatu organisasi yag cacat?” pernyataan tersebut disampaikan lantaran inkonsistensi Ketua MWA—Rudiantara dalam memimpin majelis ini. Kemudian anggota MWA yang hadir pada saat itu mengurakan pendapat dan memaparkan kondisi yang terjadi saat ini. Berikut beberapa point yang disampaikan oleh anggota MWA yang hadir, yang diwakili oleh Ir. Yudi Guntara Noor – MWA Unsur Masyarakat.

  1. Meminta maaf karena belum dapat menyelesaikan pemiliha rector yang masih tersendat.
  2. Pleno pada tanggal 15 Maret 2019. Dihadiri oleh 17 anggota MWA dari 17 anggota MWA yang ada, menyepakati bahwa pemilihan rektor akan dilaksanakan pada tanggal 29 Maret 2019. Dengan catatan tidak ada surat dari KASN yang menggugurkan salah satu calon.
  3. Kemudian, adanya surat dari kemenristekdikti yang akhirnya menjadikan terlaksananya rapat pleno tanggal 22 Maret 2019. Namun hasil rapat tersebut ditolak karena jumlah anggota MWA yang hadir tidak memenuhi kourum. 8 orang setuju dan 8 orang tidak setuju, sehingga hasil pleno tgl 22 maret 2019 batal.
  4. Tanggal 25, surat dari kemenristekdikti kepada KASN, menjadi kendala tidak terlaksananya pemilihan rektor.
  5. Tidak terlaksananya pleno pada tanggal 29 Maret 2019, karena tidak adanya undangan dari ketua MWA Rudiantara.
  6. Tidak terlaksananya pleno pada tanggal 29 Maret 2019 juga karena terikat oleh prosedur yang termaktub dalam statuta Unpad.

Kemudian Abah Iwan pun menyampaikan tanggapan mengenai pertanyaan yang diajukan oleh Siti pada saat berdialog, yakni perihal kejelasan dan konsistensi MWA akan rapat dan bagaimana kemudian bila Unpad belum juga terpilih rektor barunya. Abah Iwan menyampaikan bahwa beliau tidak dapat memberikan tanggapan lebih sebab memang bukan kapasistasnya. Kemudian Abah Iwan senang karena mahasiswa sudah peduli dan meminta mahasiswa untuk mengikusi Proses saja.

Setelah masing-masing pihak mengutarakan pendapatnya terkait inkonsistensi jadwal pemilihan rektor, pihak mahasiswa mendesak seluruh unsur MWA Unpad untuk selambat- lambatnya melakukan pemilihan rektor sebelum 12 April 2019, tuntutan tersebut disetujui oleh seluruh yang hadir baik dari MWA, tenaga pendidik, maupun mahasiswa yang hadir di tempat.

MWA yang hadir berkomitmen :

  1. Akan mencoba mengumpulkan anggota MWA, bagaimana agar ada jalan keluar dari permasalahan yang sudah ada ini.
  2. Perlu adanya pengkajian terkait peraturan-peraturan yang “yang mengunci”.
  3. Maksimal pada tanggal 12 April 2019, adanya pemilihan rektor. Jika tidak bisa, maka dapat dikatakan Unpad tidak bisa atau tidak siap dikatakan PTN-BH.

Meminta Nota Kesepahaman anggota MWA yang Hadir

Kemudian mahasiswa meminta kepada MWA yang hadir untuk dapat menandatangani nota kesepahaman mengenai sepakat untuk mendesar Rudiantara segera memimpin rapat pleno MWA dan segera menyelenggaran pemilihan rektor sebelum tanggal 12 April 2019. Namun, beberapa anggota MWA yang hadir merasa tidak perlunya untuk menandatangani nota kesepahaman tersebut. Prof. H. Oekan Soekotjo Abdoellah, MA., Ph.D. – MWA Unsur SA mengatakan bahwa tanpa tanda tanganpun, MWA yang hadir hari ini sudah menunjukan komitmennya masing-masing. Serta mengutarakan harapannya kepada mahasiswa, “Kalau bisa dari pihak mahasiswa maupun dosen memberikan tanda tangan sebagai bukti bahwa banyak orang yang mendesak terkait pemilihan rektor”- ungkapnya.

Ir. Yudi Guntara Noor – MWA Unsur Masyarakat mengatakan akan membuat surat pernyataan secara pribadi untuk mendesak proses pemilihan rektor sebelum tanggal 12 April 2019. Dalam waktu 1×24 jam akan langsung diserahkan kepada ketua BEM Kema Unpad. Kemudian anggota MWA yang hadir akan mencoba untuk mengumpulkan anggota MWA di Bandung dalam mencari jalan keluar dari permasalahan yang ada. Abah Iwan pun mengutarakan bahwa dirinya akan membuat surat pernyataan pribadi seperti yang dilakukan oleh Ir. Yudi Guntara Noor.

Forum diakhiri dengan pemberian pernyataan sikap tenaga pendidik dan dosen yang disampaikan oleh Bilal Dewansyah, Dosen Fakultas Hukum Universitas Padjadjaran. Selepas diskusi berakhir, mahasiswa menutup aksinya dengan melakukan doa bersama yang dipimpin oleh Siti Nurohmatiljanah Setiawan selaku Kepala Departemen Propaganda dan Aksi BEM Kema Unpad di luar ruangan sekitar pukul 16.44 WIB.

Do’a :

Ya Allah,

Dari ujung bandung dan sumedang, terhapit kelabu dan debu kendaraan terik menelisik Unpad kini sakit ya Alllahh.

Ya Allah,

Kau beri penjagaan seperti apa lagi,

Dua gunung kau bersamai tuk temani kampus ini. Penjagaanmu menjulang, bumi dan langit membersamai.

Ya Allah,

Unpad merupakan tempat menimba ilmu, Tempat banyak menggantung harap,

Tempat para intelek dan cendekia, kini, kini, telah di obrak abrik, di gerasak grusuk, dipermainkan, dikotori dan dihianati lembaganya tertinggi.

Ya Allah,

Unpad dianggap sebagai tempat bermain, tempat mencoba-coba prosedur dan kebijakan, Unpad ini bukan tempat untuk mengumpat sirat ya Allah, lindungi, lingdungi dan bersamai, ya Allah.

Ya Allah,

Kini semua tertarik urat, bagaimana nasibnya Kampus yang menyandang nama Padjadjaran yang katanya kampus besar ya Allah, hingga saat ini belum ada pemimpin, ya Alah, bagaimana? Bagaimana?

Ya Allah,

Kau jadikan MWA sebagai perantara, kami percaya pada MWA, kami memberi amanah kepada MWA untuk dapat mewakili suara-suara kami, mewakili suara kami,

Mewakili seluruh elemen ini, ya Allah.

Tapi ya Allah, tapi yaa Allah, kini, kini, kini, MWA lalai, gagal, pemimpin MWA hilang, Rudiantara selaku ketua MWA tidak ada, tidak mau memimpin rapat ini ya Allah, menghilang tak kunjung datang, kenapa Unpad punya ketua MWA seperti itu ya Allah? Tidak konsisten, tidak bertanggung jawab, tidak ada kabar, ya Allah.

Padahal ia menjabat sebagai seorang menteri. Menteri di negeri ini, ya Allah

Malu, malu, maluuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuu ya Allah, ketuklah hatinya, tariklah ia, datangkanlah dia, ilhamilah dia ya Allah

Ya Allah,

Kami titipkan Unpad pada-Mu, jangan kau lepaskan.

Saksikanlah, kami takan pernah diam dan akan terus membersamai Unpad slalu kami cintai, maka

Semoga pemilihan rektor ini, dan bulan April ini ya Allah, Unpad dapat memiliki pemipin, Yang baik, amanah dan dekat dengan-Mu, baik untuk Unpad kedepannya. Aamiin

Leave a Reply