“Aku memiliki teman, tetapi aku akan merasa lebih nyaman jika aku berada di dalam rumah.”

Introvert adalah mereka yang terampil dalam melakukan perjalanan ke “dunia dalam”, yaitu diri mereka sendiri. Mereka selalu mencoba memahami diri mereka sendiri dengan melakukan banyak perenungan dan berkontemplasi. Pada akhirnya, mereka menjadi orang yang memahami dirinya, berpendirian keras, tidak mudah terpengaruh oleh orang lain, dan mengetahui apa yang menjadi tujuan dalam hidupnya.

-Carl Gustav Jung, Tokoh Ilmu Psikologi

Memang terdapat dua tipe seseorang yang introvert.

PASSIVE ketika kamu memendam semuanya di dalam hatimu dan kamu menjadi orang yang selalu diam. Sedangkan PASSIVE AGGRESIVE adalah ketika di luar kamu memang diam, tetapi di dalam hatimu…

Duar! Meledak-ledak! Banyak yang ingin kamu ungkapkan…

Namun, tidak bisa kamu katakan.

“Aku tidak masalah dikucilkan dari peer group.”

“Aku nyaman dengan lingkungan sosialku yang hanya memiliki tiga teman. Bukannya tidak mau bersosialiasi dan membuka pergaulan, tetapi kami hanya ingin begitu. Kami terbuka hanya kepada orang-orang yang sudah kami percaya.”

“Aku tidak masalah berteman dengan ekstrovert.”

“Kami dapat membantu menyembuhkan mereka ketika mereka sedang bersedih. Mereka juga dapat membantu kami bersosialisasi. Hanya saja, mereka tidak bisa memaksa kami untuk menjadi seperti mereka, karena kami tidak terbiasa melakukan hal-hal yang mereka lakukan. Zona nyaman kami harus mereka hormati.”

Sendiri Juga Menyenangkan!

Just do what you love. Tidak perlu tertekan dengan arus pergaulan sosial. Tidak perlu sibuk mencari teman atau takut tidak memiliki teman. Tidak ada salahnya apabila kamu tidak dapat mengungkapkan seluruh isi hatimu. Tidak ada salahnya apabila kamu ingin sendirian, tanpa seorang teman. Tidak ada salahnya untuk kamu menjadi seseorang dengan kepribadian introvert.

Catatanku, sebagai introvert

Aku tidak pernah memiliki banyak teman selama aku hidup, sehingga aku belajar untuk baik-baik saja dengan hanya aku. Terkadang aku senang duduk sendirian, sembari merasa hilang, merasa kebingungan, dan aku akan menemukan diriku sedang tidak baik-baik saja.

Lalu aku menangis, sembari memikirkan,

Apakah ada yang tahu namaku?

Apa kamu akan menangis bila aku mati?

Apa kamu akan mengingat wajahku?

Aku berkemas, bersiap meninggalkan, untuk pindah jauh sekali, dari pikiran-pikiran di kepalaku. Lalu aku tertawa, sehingga aku akan terdengar baik-baik saja.

-Jatinangor, sore hari. Hujan deras.

Salam dan peluk hangat,

Padjadjaran Care

#ListeningIsHelping #WithLovePacar

Dengan Cinta,
Departemen Advokasi dan Pelayanan Mahasiswa
Bidang Dinamisasi Kampus dan Kebijakan Publik
BEM Kema Unpad 2020
Kabinet Eksplorasi Makna