Webinar Beasiswa LPDP: “Scholarship For Your Future”

Share on facebook
Share on twitter

“Kejarlah ilmu sampai ke negeri Cina.”

JATINANGOR – Pepatah di atas sudah tak asing lagi di telinga kita. Ya, pepatah inilah yang banyak menjadi motivasi orang-orang di dunia untuk tak kenal lelah belajar, bahkan hingga ke luar negeri kelahiran sendiri, baik itu dengan cara biaya sendiri atau usaha lainnya seperti beasiswa. Dalam rangka membantu mewujudkan hal itu bagi Kema Unpad, Departemen Advokasi dan Kesejahteraan Mahasiswa BEM Kema Unpad 2020 mengadakan webinar bertajuk “Scholarship for Your Future“.

Webinar ini dilaksanakan pada Sabtu, 16 Mei 2020. Melalui aplikasi Google Meet, acara dimulai pada pukul 14.00 WIB dan dihadiri peserta yang merupakan mahasiswa Unpad, mahasiswa non-Unpad, dan alumni Unpad. Acara ini diisi oleh M. Gilang Ramadhan, S.TP.,M.S. (Dosen FTIP Unpad; Penerima beasiswa LPDP Tsukuba University) dan Indra Herdiana, S.MAT. (Alumnus FMIPA Unpad; Penerima beasiswa LPDP Manchester University) dengan Rohman Hikmat (Ketua BEM Kema FKep Unpad; Duta Baca Jawa Barat 2020) sebagai moderator.

Sesi pertama diisi oleh M. Gilang Ramadhan yang memberikan pengetahuan seputar beasiswa LPDP, seperti target audiens beasiswa, tahapan seleksi beasiswa, dan keuntungan dari beasiswa. Selain itu, ia juga berbagi tips mendapat beasiswa LPDP serta pengalamannya berkuliah di Tsukuba University, Jepang. Sesi kedua diisi oleh Indra Hendirana yang banyak menjelaskan hal-hal administratif dalam pendaftaran beasiswa LPDP dan pendaftaran ke universitas di Inggris. Ia juga membagikan ilmunya mengenai sistem pendidikan S-2 di Inggris serta kehidupannya di Inggris. Acara diakhiri dengan sesi tanya-jawab antara peserta kepada pemateri dan ditutup pada pukul 16.00 WIB.

Pada dasarnya, manusia tidak akan pernah puas, termasuk dalam hal menimba ilmu. Beasiswa seringkali menjadi opsi bagi pelajar mana saja dalam rangka memperdalam pengalaman keilmuannya. Meski demikian, banyaknya peminat membuat tinggi persaingan. Maka dari itu, untuk bisa menjadi penerimanya, khususnya beasiswa LPDP, persiapan harus sangat dimatangkan. Miliki target dan mimpi yang jelas untuk masa depan kamu dan Indonesia. Persiapkan mental dan administratif serta kenali kondisi negara yang dituju. Niscaya berkuliah di luar negeri tak lagi angan semata. * (CAR)

JATINANGOR – Pada Sabtu, 16 Mei 2020, Tim Pusat Riset Kebencanaan dan Relawan Mahasiswa mengadakan sesi diskusi terbuka bertajuk “Sharing is Caring, Relawan: Rela Demi Kawan” secara daring. Sesi ini dimulai pada pukul 19.00 WIB dengan dihadiri berbagai pihak, seperti perwakilan Tim Pusat Riset Kebencanaan, Tim Satuan Petugas (Satgas) Covid-19 Unpad, Tim Koordinator Wilayah, hingga mahasiswa Unpad yang berada di luar dan yang menetap di Jatinangor. Sesi ini bertujuan sebagai wadah berbagi dan tanya-jawab antara pihak-pihak tersebut terkait distribusi bantuan dan kondisi mahasiswa yang berada di Jatinangor selama masa pandemi Covid-19.

Sesi ini berjalan dengan kondusif dan interaktif. Dipandu oleh Michelle Artissy, perwakilan dari Tim Bantuan Kesehatan Mental, diskusi dan tanya-jawab antara mahasiswa dengan Tim Pusat Riset Kebencanaan dan Tim Satgas Covid-19 Unpad berlangsung. Topik yang dibahas antara lain seputar alur koordinasi antara mahasiswa dengan Tim Bantuan Medis (Banmed), pelaksanaan kegiatan tertentu untuk mahasiswa, dan bantuan sembako yang didistribusikan pihak Unpad kepada mahasiswa maupun civitas akademika Unpad. Beberapa poin yang dapat dicatat dari ketiga topik tersebut, yaitu:
1. Mengenai alur koordinasi dengan Tim Banmed, apabila mahasiswa memerlukan, dapat melapor kepada Koordinator Wilayah setempat agar dihubungkan dengan Tim Banmed atau sebaliknya.
2. Disarankan kepada mahasiswa untuk dapat terus melakukan usaha kebugaran jasmani seperti berolahraga dan melakukan senam di kosan masing-masing maupun berjemur di bawah sinar matahari.
3. Apabila mendapat info dari warga sekitar mengenai pelaksanaan salat Idulfitri, harap untuk mengikuti info lanjut dari pihak Unpad, mengingat belum adanya pula pemberitaan langsung dari Kementerian Agama RI.
4. Bantuan sembako yang diterima oleh mahasiswa yang menetap di Jatinangor dan civitas akademika Unpad, baik itu di Jatinangor, Dipati Ukur, Arjasari, Pangandaran, dan Garut diperoleh dari donasi berbagai pihak yang diterima oleh Unpad ataupun langsung dari alumni Unpad yang berinisiatif memberikan bantuan.

Adapun kuis berhadiah dalam sesi ini yang dimenangkan oleh enam orang partisipan. Sesi berakhir pada pukul 21.00 WIB. Sebagai penutup, Mursalaatul Urfan Al-Faruq selaku Koordinator Mahasiswa Luar Kampus sekaligus Wakil Ketua BEM Kema Unpad 2020 berpesan kepada seluruh partisipan untuk dapat berkooperasi satu sama lain dalam menghadapi situasi di tengah pandemi Covid-19, misalnya dengan merespons teman yang membutuhkan bantuan di grup, tetap menjaga kesehatan diri, dan aktif menanyakan kabar antarteman mahasiswa. Sesi diskusi terbuka ini pun direncanakan akan berlanjut kembali pada pekan selanjutnya. * (CAR)

Tonton sesi lengkapnya di sini!

Submit a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *