Sosialisasi dan Transparansi Keuangan Unpad


NOTULENSI AUDIENSI REKTORAT
“Sosialisasi dan Transparansi Keuangan Universitas Padjadjaran”
Senin, 27 Juni 2016 Bale Sawala, Universitas Padjadjaran

Narasumber :
Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Keuangan, dan Sistem Informasi
Arief Sjamsulaksana Kartasasmita, dr., SpM(K), M.Kes.,PhD

Moderator :
Kepala Bidang Sosial Kemasyarakatan BEM Kema Unpad
Maryam Nurbaitsah Haq

Notulis :
Staff Departemen Advokasi dan Pelayanan Mahasiswa BEM Kema Unpad
Friskihari Laksono W


Q:
Berasal dari mana pemasukan keuangan Universitas Padjadjaran? (Maryam)

A:
Jenis sumber keuangan ada tiga, yaitu Saker, BLU, dan PTNBH. Sistem keuangan Saker, seluruh pemasukan dan pengeluaran harus mendapatkan persetujuan dari Kementrian. Universitas yang menggunakan system ini adalah Universitas Siliwangi. System keuangan BLU diperbolehkan mendapatkan sumber keuangan dari manapun (APBN, dana masyarakat, dan hibah) namun tetap pengeluaran dan pengawasan dilakukan oleh Kementrian. Sistem keuangan PTNBH lebih fleksibel daripada dua system diatas, Rektor dapat mengatur pengeluaran dengan tetap diperiksa oleh BPK dan Dewan Pengawas. Unpad menggunakan system Saker hingga tahun 2007. Setelah tahun 2007 sistem keuangan Unpad berubah menjadi BLU hingga Desember 2016 (Mengacu pada peraturan negara). Dengan berubahnya status Universitas Padjadjaran menjadi PTNBH (Perguruan Tinggi Negeri Berbadan Hukum), mulai Januari 2017 Unpad akan menggunakan system keuangan PTNBH. Sumber keuangan PTNBH masih tetap mendapatkan keuangan dari APBN yang diperiksa oleh BPK. Pengawasan akan dilakukan oleh akuntan public dan akan dipublikasi kepada masyarakat. Laporan Keuangan Publik Unpad dapat diakses pada link berikut: www.unpad.ac.id/keuangan/

Q:
Dana kemahasiswaan mengalami pengurangan, seberapa besar pengaruhnya terhadap Unpad? (Navajo Bima H.)

A:
Terjadi penurunan sejak 2 tahun yang lalu, pada tahun ini Unpad menerima 87 Miliar dari BOPTN (Biaya Operasional Perguruan Tinggi Negeri). Masalah mengenai kesulitan/kekurangan biaya kuliah, ditanggulangi menggunakan BOPTN. Tentu semua ini berpengaruh terhadap seluruh sector di Unpad. Dengan adanya masalah tersebut, Unpad tetap menunjukkan pengabdian dengan melakukan pengangkatan dosen tetap Non-PNS, dan tidak akan menaikkan UKT (Uang Kuliah Tunggal), dan berencana menurunkan UKT secara bertahap hingga pada tahun 2019 biaya kuliah Unpad 0%. Tahun 2016 juga Unpad tidak menerima biaya sarana prasarana dari Negara. Untuk mensisasati masalah tersebut kami menginginkan adanya perubahan system keuangan di Unpad, dengan menggabungkan seluruh proposal kemahasiswaan dari seluruh fakultas di Unpad yang bertujuan untuk mengefisiensikan dana yang keluar. Diharapkan kepada mahasiswa yang ingin mengajukan proposal untuk memperjelas tujuan dan indicator kegiatan tersebut.

Q:
Apakah pemasukan Universitas Padjadjaran dari pihak swasta cukup? Berapa total dana dari pihak swasta? (Fakultas Peternakan)

A:
Sumber pemasukan bersumber dari 3 pihak swasta yang berjumlah 63 Miliar (2015), setengah dari pemasukan tersebut digunakan untuk riset. Jika kita dapat lebih efisien, maka kita tidak perlu bantuan dari pihak swasta. Untuk informasi bahwa pengeluaran ATK (print dan kertas) mencapai 14 Miliar, ini sebanding dengan UKT 1000 Mahasiswa Kedokteran. Hal ini pun tidak sesuai dengan Unpad yang cinta lingkungan. Uang konsumsi lebih dari 14 Miliar. Dengan berkembangnya teknologi informasi yang sangat pesat, saya mengharapkan untuk menggunakan media elektronik sebagai sarana efisiensi. Unpad juga memperketat pengeluaran dana untuk perjalanan dinas.

Q:
Unpad adalah salah satu universitas yang menghapus kebijakan penyesuaian UKT, Mengapa? Karena banyak sekali mahasiswa yang kurang mampu mendapatkan UKT yang tinggi, sedangkan yang mampu mendapatkan UKT yang rendah, dialihkan ke beasiswa adalah solusinya, bagaimana mekanismenya? (Fakultas Ilmu Komunikasi)

A:
Penyesuaian hanya satu sisi, yaitu penurunan, tidak ada kenaikan. Contohnya jika ada seorang mahasiswa yang UKT golongan 5, sedang terkena musibah, sehingga meminta penurunan. Namun pada saat ekonominya sudah membaik, mahasiswa tsb tidak meminta kenaikan kembali. Dengan adanya penurunan UKT (diberi bantuan menggunakan BOPTN), akademik mahasiswa tersebut malah menurun, tidak ada peningkatan. Menggunakan uang negara, namun tidak ada feedback dari segi prestasi. Penggunaan beasiswa harus diawasi setiap saat. Menurut peraturan Rektor (Draft) terdapat tiga beasiswa, pertama beasiswa Bidik Misi, kedua beasiswa Dikti (sekarang hanya untuk PTS), dan ketiga beasiswa Internal (untuk mahasiswa tidak mampu, berprestasi, dan keberlanjutan studi). Penyesuaian akan dilakukan setiap semesternya mulai semester depan (Agustus-September 2016) salah tujuannya untuk meminamilisir mahasiswa yang malas belajar. Hingga saat ini, saya sudah mengeluarkan 186 surat penangguhan UKT. Saya mau system keuangan Unpad “Accountable dan Transparan”.

Q:
Sesuai peraturan Menristek bahwa UKT harus sesuai dengan kemampuan orang tua. Di fakultas saya, ada 12 orang yang melakukan penangguhan, dan khawatir akan D.O. (Fakultas Peternakan)

A:
Unpad menjamin tidak ada mahasiswa yang D.O karena masalah UKT. Mekanisme penangguhan akan dilakukan tiap semester untuk pembaharuan data.

Q:
Unpad tidak menaikkan UKT. Tidak akan ada mahasiswa yang di D.O karena masalah UKT. Bagaimana mekanisme dari alur alternative yang disediakan Unpad? (Navajo Bima H.)

A:
Pada saat mahasiswa tidak mampu untuk membayar UKT dan meminta penangguhan, akademik akan membuat surat penangguhan, lalu diperiksa mengenai informasi keuangan mahasiswa tersebut. Jika diperlu dibantu, akan diberi beasiswa dan penangguhan selesai. Jika tidak mampu akan dialihkan ke Bidik Misi atau beasiswa tidak mampu. Penangguhan selama 2 semester kemarin sejumlah 8 Miliar.

Q:
Bagaimana kejelasan beasiswa prestasi? (Navajo Bima H.)

A:
Silahkan kepada seluruh mahasiswa untuk membuat standar prestasi, apa yang dimaksud dengan prestasi, standar-standar mahasiswa dikatakan berprestasi. Silahkan untuk memberi masukan kepada Bagian Kemahasiswaan di Rektorat.

Q:
Bagaimana mekanisme penyesuaian dan penangguhan UKT Mahasiswa Baru 2016?

A:
Semua mekanisme sama dengan tahun sebelumnya, dan berlaku untuk seluruh mahasiswa. Silahkan datang ke WR1 untuk membuat surat resmi, lalu diberikan ke bagian kemahasiswaan untuk di check layak atau tidak untuk diproses.

Q:
Mengapa untuk UKT seluruh mahasiswa Unpad angkatan 2013 jalur SBMPTN tidak ada penggolongan kelompok? Untuk FTIP sebesar 7 Juta.

A:
Untuk diketahui bahwa bukan Unpad yang menentukan UKT, melainkan ditentukan oleh Kementrian, mereka yang mempunyai standar-standar untuk jenjang D3, S1 dsb. Untuk masalah UKT angkatan 2013 akan di check. Jadi, jika ada yang meminta penurunan UKT akan dialihkan ke beasiswa dan tidak ada yang namanya penurunan, melainkan penyesuaian.

Q:
Penyesuaian UKT dilakukan di awal/akhir semester?

A:
Penyesuaian UKT dilakukan di awal, akan ada tim khusus dari Unpad untuk melakukan pemeriksaan.

Q:
Saya memiliki teman bidikmisi yang tinggal di asrama, diawal semester dia mengundurkan diri karena uang bidikmisi belum cair sehingga tidak ada biaya hidup, langkah rektorat bagaimana?

A:
Mengenai uang bidikmisi silahkan tanya ke bagian Kemahasiswaan. Langkah dari rektorat akan menalangi biaya tersebut, dan akan ada mekanismenya.

Q:
Bagaimana mekanisme untuk mendapatkan beasiswa? Karena yang saya rasakan cukup sulit. Lalu bagaimanakah jika biaya penangguhan UKT menumpuk?

A:
Penangguhan hanya berlaku untuk saat ini. Silahkan datang ke WD1 untuk meminta surat pengaduan seleksi penerima beasiswa.

Q:
Bagaimana dengan tindaklajut dari janji bahwa bagi mahasiswa yang berprestasi akan diberi beasiswa? Bagaimana KKN di Unpad apakah ada perubahan dari segi pembiayaan?

A:
Yang dimaksud beasiswa disini adalah diberikan beasiswa untuk gratis UKT selama 1 semester, dengan cara silahkan kepada mahasiswa untuk berdiskusi untuk memperjelas standar berprestasi seperti apa. Sebetulnya KKN jika dibayarkan oleh Unpad bisa , dan sanggup karena dana mencukupi menggunakan BOPTN 87 Miliar, namun akan dikaji ulang dengan adanya program Program Profesor Masuk Desa. Silahkan untuk memikirkan konsep dan model KKN.

Q:
Apakah ada langkah lebih lanjut dari Rektorat untuk meningkatkan fasilitas di Unpad khususnya untuk pejalan kaki untuk membuat trotoar?

A:

Kita bisa membangun trotoar, namun dana yang dikeluarkan cukup besar. Solusi mungkin mengurangi kendaraan yang masuk ke Unpad, atau bahkan tidak perbolehkan menggunakan kendaraan bermotor di Lingkungan Unpad kecuali Rektor dan Ambulance.

Q:
Pembayaran UKT dilakukan sekali setiap semester dan sudah mencangkup seluruh biaya pendidikan, namun mengapa kadang di fakultas saya masih membayar untuk praktikum/reward bagi participant?

A:
Jika memang begitu silahkan melapor kepada saya. Untuk reward, apakah itu sebagai suatu kebutuhan? Jika tidak ada reward (konsumsi) praktikum tidak dapat berjalan? Silahkan untuk mengubah budaya seperti itu. Sebetulnya biaya kemahasiswaan sebesar 4M masih terlalu kecil, karena kita punya dana sebesar 1,2T. Bukan maslah dana, namun esensi dari kegiatan tersebut yang kurang jelas.

Q:
Bagaimana mengenai fasilitas kolam renang Unpad?

A:
Sampai saat ini sedang dibicarakan. Sebetulnya Kemenpora sudah memberikan dana kepada Unpad untuk membangun Olympic Stadium, namun karena ada Undang-Undang yang bertentangan itulah factor yang menghambat.

Q:
Alokasi pembangunan gedung baru dan pemeliharaannya?

A:
Untuk tahun ini dan tahun depan Unpad tidak akan membangun gedung. Rencananya di depan PPBS akan didirikan kantin yang bisa menampung seluruh mahasiswa Universitas Padjadjaran dengan konsep terbuka. Untuk jalan akan segera diperbaiki. Gedung tidak akan lagi milik fakultas, melainkan milik semua, sehingga nantinya pembelajaran dapat dilakukan secara bersamaan seperti ITB (Contoh Lab dipergunakan oleh mahasiswa semua fakultas secara bersama-sama).

Q:
Pembaharuan alat UKM, tindak lanjutnya bagaimana? Pada saat ujian harus bayar, sehingga ada mahasiswa yang banyak keluar dari UKM. (UKM Perisai Diri)

A:
Saya rasa semua berdasarkan prioritas, dan rasa kebersamaan. Jika semua UKM dilakukan pembaharuan alat, apa output dari peningkatan sarana prasarana tersebut? Harus jelas!

Q:
Dana bidikmisi belum cair, pencairan katanya setiap 3 bulan 1x, namun nyatanya tidak tepat waktu. Sebagian sudah cair, kemudian ditarik kembali oleh pihak bank. Katanya Unpad di posisi terakhir. Maksud dari posisi terakhir apa?

A:
Untuk pencairan dana bidikmisi langsung turun ke rekening mahasiswa, tidak melalui Unpad, silahkan tanyakan ke pihak Bank ybs. Mungkin yang dimaksud adalah urutan pencairan Unpad terakhir, nanti akan di check.

Q:
Katanya system keuangan Unpad terpusat di rektorat, sehingga praktikum telat bahkan dilaksanakan diakhir semester karena dana tidak turun, bagaimana tindak lanjutnya? Mengapa dana kemahasiswaan di Fakultas Ilmu Komunikasi harus membuka rekening terlebih dahulu, sedangkan di fakultas lain tidak demikian. (FPIK dan FIKOM)

A:
Karena kita sedang melakukan perubahan keuangan, system keuangan terpusat di rektorat untuk efisiensi. (Inventaris nganggur mencapai 7,8M) Biasakan dengan budaya berencana. Seluruh kemahasiswaan dan akademik merencanakan perencanaan selama 1 tahun kedepan. Intrafakultas ke WD1. Semua nantinya akan diaudiensikan sesuai kebutuhan, yang hasil akhir akan keluar perencanaan selama 1 tahun. Setiap tanggal 15 per bulannya, mengajukan list eksekusi, dijalankan/tidak kegiatan tersebut. Jika ya, dana akan turun. Ada SOP tertulis, silahkan datang ke Dir. Perencanaan.

Q:
Perencanaan terkendala dana, bagaimana?

A:
Anda tidak harus memikirkan mengenai dana, melainkan memikirkan bagaimana output dari kegiatan tersebut, dan harus ada pertanggungjawaban yang jelas. Silahkan semua kegiatan akan difasilitasi, tidak akan menghalangi mahasiswa untuk melakukan kegiatannya. Namun, umumnya mahasiswa belum dapat menjelaskan kegiatan tersebut secara detail. Ini memang tidak mudah, namun jika kita tidak berubah, kita tidak akan maju.

Q: 
Praktikum harus membeli alat bor, karena alat fakultas tidak mencukupi untuk digunakan oleh semua mahasiswa. Untuk lokasi RSGM tidak strategis, bagaimana kelanjutannya?

A:
Akan ditindaklanjut terlebih dahulu. RSGM selama ini digunakan sebagai laboratorium bukan rumah sakit. Dikelola belum secara mandiri. Masalahnya ada di bagian fasilitas. Nantinya RSGM akan berdiri sendiri, dan BPJS akan masuk setelah fasilitas telah tersedia dengan baik.


Pak Arif (WR2)
“Kunci: bagaimana kita sebagai mahasiswa membuat rektorat untuk mengerti dan mau akan kegiatan tersebut. Jangan mendadak, harus jauh-jauh hari karena itu semua uang negara. Kita harus husnuzan, bahwa setiap masalah yang ada bukan selalu di Rektorat atau dekanat, mungkin karena miskomunikasi. Pesan saya: 

  1. Jangan merokok!
  2. Harus menggunakan email unpad dimanapun untuk menunjukan rasa bangga dan cinta Unpad
  3. Jangan menggunakan barang bajakan! Apapun itu, kecuali Opensource”.

Kritik dan Saran : wr2@unpad.ac.id

 

Pak Heryawan
“Pertemuan yang bagus untuk tetap menjaga komunikasi agar memperjelas semua hal yang menjad isu-isu di mahasiswa”.