PRABU yang adalah singkatan dari Penerimaan Raya Mahasiswa Baru Universitas Padjadjaran merupakan kegiatan tahunan untuk ajang kaderisasi yang diadakan oleh Universitas Padjadjaran. Prabu 2018 yang mengusung tema “Padjadjaran Poros Nusantara” diadakan di beberapa tempat di lokasi Universitas Padjadjaran. Kegiatan Prabu berlangsung selama 3 hari dari tanggal 27 hingga 29 Agustus. Hari pertama berlangsung di Parkiran PPBS sebagai lokasi pusat, lapangan utama Fakultas Peternakan, dan Balai Santika yang meliputi lapangan basket, lapangan badminton, lapangan futsal, dan parkiran. Hari kedua kegiatan berlangsung di lokasi yang sama dengan hari pertama hingga pukul 9 pagi dan setelahnya berpindah ke parkiran PPBS, plaza rektorat, parkiran Fakultas Farmasi dan Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan. Di hari ketiga kegiatan diadakan di rektorat Universitas Padjadjaran.

Jumlah peserta kurang lebih 7000 orang dari sekitar 7300 mahasiswa baru. Dan terdapat 700 orang panitia yang berkontribusi menyukseskan Prabu 2018 ini. Panitia dibagi dalam beberapa bidang, yaitu Fundraising; MSDM (Manajemen Sumber Daya Manusia); Bidang Kreatif yang membawahi Manajemen Acara, Assessor, Dokumentasi dan Desain, dan RB (Rancang Bangun); Bidang Administrasi yang membawahi Hubungan Masyarakat, Manajemen Informasi, dan Akomodasi;  dan Bidang Operasional yang membawahi Fasilitator, Medik, dan Keamanan.

Keseluruhan acara Prabu berjalan dengan baik. Dimulai dari hari pertama yang diawali dengan sidang senat yang dihadiri oleh Rektor Universitas Padjadjaran, Prof. Dr. Med. Tri Hanggono Achmad, dr., dan sejumlah petinggi Unpad lainnya. Acara kemudian dilanjutkan dengan pertunjukan longser dengan orientasi educative entertainment, dan akhiri dengan pembagian baju OKK. Di hari kedua berlangsung Gelora Padjadjaran yang menampilkan theatrical performance oleh GSSTF, PSM, SPDC, dan LISES. Dilanjutkan pawai 16 fakultas dan kurang lebih 30 UKM (Unit Kegiatan Mahasiswa) taraf universitas. Dan ditutup dengan student festival. Di hari terakhir berlangsung kegiatan pembentukan Mozaik, PWC (Padjadjaran Welcoming Ceremony), Surprise GIG yang menghadirkan HIVI, dan lorong masa oleh lembaga kemahasiswaan.

Di balik sebuah kesuksesan tentu terdapat kendala yang menjadi penghambat. Ketua Prabu 2018, Ardi Arfikri Arbar dari Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik 2016, mengatakan kendala yang dialami adalah terkait masalah penentuan venue yang dari tahun sebelumnya diadakan di GOR Jati Unpad namun karena perhelatan Asian Games 2018 tidak bisa digunakan karena sterilisasi untuk latihan altet. Selain venue, konsep acara juga menjadi tantangan terbesar. Dengan lokasi yang terbagi di beberapa tempat terpisah, panitia harus mampu menciptakan konsep yang efektif terhadap mobilisasi mahasiswa baru.

Sebagai ketua prabu, Arbar menyampaiakan rasa bangganya karena berhasil mengubah Prabu hingga memiliki wajah baru. Ia berhasil mengubah Prabu yang terkesan membosankan menjadi Prabu yang meninggalkan sejuta kenangan baik kepada mahasiswa baru, panitia, dan seluruh pihak yang terlibat.