Pentingnya Kebebasan Berpendapat

Fhikri Fhutera Yudan

Mahasiswa Ilmu Pemerintahan Fakultas Ilmu Sosial dan IlmuPolitik

Universitas Padjajdaran 2016

Kebebasan berpendapat sudah menjadi kesepakatan umumdi dunia internasional dengan adanya Universal Declaration of Human Rights, United Nations 1948. Dalam Artikel 19 di deklarasi tersebut, dinyatakan bahwa “Everyone has the right to freedom of opinion and expression; this right includes freedom to hold opinions without interference and to seek, receive and impart information and ideas through any media and regardless of frontiers”. Di Indonesia pun kebebasan berpendapat diakuidalam Undang Undang Dasar 1945 pada Pasal 28E Ayat 3 yang berbunyi “Setiap orang berhak atas kebebasan berserikat, berkumpul dan mengeluarkan pendapat”. Di Amerika Serikatkebebasan berpendapat pun termaktub dalam konstitusi merekayaitu dalam Amandemen Pertama dari Konstitusi Amerika Serikat, dinyatakan “Congress shall make no law respecting an establishment of religion, or prohibiting the free exercise thereof; or abridging the freedom of speech, or of the press; or the right of the people peaceably to assemble, and to petition the Government for a redress of grievances”. Jadi, kebebasanberpendapat atau sering disebut free speech dalam Bahasa Inggris, merupakan sebuah hak yang dimiliki oleh setiapindividu dalam mengemukakan pendapat mereka dan sudahdiakui oleh mayoritas negara di dunia dan Indonesia.

​Lalu, apa yang dimaksud dengan kebebasan berpendapat?Menurut penulis sediri, kebebasan berpendapat merupakankebebasan dari individu untuk dapat menyatakan pendapatnyakepada publik tanpa rasa takut akan adanya intervensi daripemerintah dalam suatu negara terhadap pendapatnya tersebut. Intervensi dari pemerintah ini dapat berupa penyensoran secarasebagain terhadap pendapat tersebut atau bahkan larangan secarapenuh dari adanya pendapat itu. Bukan hanya penyensoran, tetapi juga pemaksaan pendapat dari pemerintah kepadamayarakat tidak boleh ada.

​Kebebasan berpendapat menjadi sebuah hal yang pentingdalam sebuah negara dan dalam kehidupan masyarakat secaraumumnya. John Stuart Mill dalam bukunya On Liberty memberikan argumen kenapa kebebasan berpendapat ini harusdilindungi. Menurut Mill, kebebasan berpendapat tidak hanyaharus dilindungi dari pemerintah yang opresif tetapi juga daritekanan sosial. Mill menyatakan hal ini berdasar kepada asumsibahwa, pertama kebenaran itu berharga dan kedua betapa yakinpun seseroang atas apa yang mereka yakini sebagai kebenaran, penilaian mereka bisa saja salah. Dari pendapat Mill ini kita bisamenarik garis kemudian bahwa kebenaran sangat penting bagikita dalam masyarakat yang ingin terus berkembang, dan kebenaran ini dapat diketahui oleh orang banyak hanya ketikakita dapat mengetahuinya ketika kebenaran tersebutdiungkapkan kepada publik.

​Tentunya kebenaran tidak akan mucul di setiap pendapatyang mengemuka kepada masyatakat. Tetapi, pendapat ini pun menjadi penting bagi kita, kenapa? Karena di dunia ini tidak lahadanya sebuah kebenaran mutlak, maka dari itu kebenaran-kebenaran yang sudah diterima harus terus di uji tidak hanyakepada subtansi dari kebenaran tersebut tapi juga bagaimana kitaharus mempertanyakan bagaimana kita mendapatkan kebenarantersebut, apakah dari sebuah kebenaran tersebut kita terima sajatanpa adaya proses ilmiah untuk menguji pendapat itu.

Contohnya adalah ketika kita sudah menerima kebenaranbahwa bumi ini bulat dan tidak datar, maka dari itu ketika adayang menyatakan bahwa bumi itu datar tentunya tanpa pikirpanjang kita langsung menyatakan bahwa orang tersebut bodohdan tidak mempelajari ilmu alam. Sering luput dalam proses berpikir kita bahwa seharusnya ketika ada orang yang menyatakan pendapat seperti itu seharusnya kitamempertanyakan kembali pengetahuan kita tentang kebenaranbahwa bumi itu bulat, dari mana kita mengetahui bumi itu bulat? Dan kenapa bumi itu bulat? Seharusnya ini yang masuk kedalam proses berpikir kita mengenai pengetahuan kita mengenaikebenaran. Maka dari itu, pendapat yang aneh tersebut menjadibaik bagi kita sebagai masyarkat untuk terus mempertanyakankebenaran yang kita ketahui.

Pendapat minoritas tidak seharunya kita bungkam, hanyakarena pendapat tersebut tidak diyakini oleh mayoritas. Pendapat diadukan dengan pendapat yang lain sehingga adanyapersaingan pendapat, maka dari itu kebenaran yang kita milikidapat terus kita uji untuk dapat maju lebih jauh sebagaimasyarakat.  Contoh lain dari hal ini adalah pada zaman kegelapan Eropa atau Dark Ages, kebenaran bahwa mataharimengelilingi bumi merupakan sebuah kebenaran yang diyakinioleh sebagian besar masyarakat tersebut. Ketika Galileo Galilei menyatakan bahwa sebenarnya yang terbalik kemudian yang benar yaitu bahwa bumi yang mengelilingi matahari, Galileo kemudian dipenjara karena pendapatnya itu bertentangan denganapa yang diajarkan oleh Gereja dan diberikan hukuman penjarasampai akhir hayatnya. Pada akhirnya, terbukti bahwa pendapatGalileo tersebut benar dan pendapatnya mengenai bahwa bumimengelilingi matahari menjadi kebenaran di zaman kita.

Kebebasan berpendapat harus dilindungi oleh bukan hanyanegara ,tetapi kita sebagai masyarakat harus melindungikebebasan berpendapat itu karena itu merupakan fondasi dasaratas semua kemajuan yang kita miliki. Kebebasan berpendapatsebagai sebuah hak yang diakui dan bahkan “seharusnya” dilindungi oleh hampir seluruh negara di dunia harus kitalaksanakan juga dalam kehidupan kita bermasyarakat sehinggamanfaat-manfaat dari kebebasan berpendapat dapat kita nikmatibersama. Tentunya kita tidak ingin ada lagi ada Galileo Galilei baru lagi di zaman kita. Masyarakat harus mau melawan ketikakebebasan berpendapat yang mereka miliki sebagai hakdiganggu baik oleh pihak mana pun terutama oleh pihak yang memiliki kuasa.

Tetapi, kebebasan berpendapat bukan berarti kita dapatberpendapat mengenai apa pun, kapan pun, dan dimana pun,karena pada kenyataannya, ada hal-hal tertentu yang menjadipertimbangan dalam pelaksanaan kebebasan berpendapat, inidapat menjadi topik tersendiri bagi tulisan lain, karena hinggasaat ini batasan dari kebebasan berpendapat masih dipertebatkandengan fenomena adaya paham alternative right, political correctness, hoaks, kebenaran alternatif, dan lain sebagainya,sehingga tidak dapat saya sebagai penulis untuk membahasnyadalam tulisan singkat saya ini mengenai pentingnya kebebasanberpendapat.