Mahasiswa dalam Sebuah Paragidma

Rivaldi || FISIP 2014

Secara etimologi mahasiswa berasal dari dua kata yang digabungkan, yaitu Maha dan Siswa. Maha yang artinya tertinggi sedangkan siswa adalah bagian dari kaum pelajar. Jadi, Mahasiswa adalah orang yang sedang mengenyam pendidikan di perguruan tinggi. Seyogyanya, mahasiswa merupakan suatu bagian yang tidak terpisahkan dari negara ini karena peran pentingnya yang begitu besar terhadap majunya sebuah peradaban yang sedang dibangun oleh bangsa ini. Peradaban yang mempunyai cita cita luhur dan mulia, yaitumenuju Indonesia yang makmur dan sejahtera.

Tentunya menjadi seorang mahasiswa bukanlah hal mudah, tak sedikit mahasiswa yang seakan kebingunganmencari orientasinya. Ada yang menganggap bahwa status mahasiswa yang diemban hanyalah sebuah hierakri akademik hingga seluruh aktifitas yang dilakukan sekadar formalitas semata. Segala hal yang dilakukan hanya sebatas penunaian kewajiban perkuliahan tanpa tahu sebenarnya masih banyak hal yang bisa ia lakukan dibalik itu semua.

Lantas bagaimana seharusnya seorang mahasiswa? Apakah terlambat jika baru mengetahui hari ini?

Tak ada kata terlambat untuk kebaikan. Mulai dari hari ini, mari kita perbaiki. Perlu di garis bawahi hal pertama yang harus mahasiswa lakukan adalah mengetahui dan memahami dengan baik dan benar tugas serta fungsinya sebagai mahasiswa. Dalam hal ini, apabila kita berbicara mengenai tugas dan fungsi mahasiswa, maka sangat erat kaitannya dengan tugas dari institusi akademik ini sendiri. Mengutip pendapat dari Moh. Hatta mengenai tugas institusi akademik adalah sebagai berikut:  

1.      Memiliki keinsafan tanggung jawab atas kesejahteraan masyarakat

2.      Cakap dan mandiri dalam memelihara dan memajukan ilmu pengetahuan

3.      Cakap memangku jabatan atau pekerjaan di masyarakat

Berdasarkan pemikiran Moh. Hatta tersebut, dapat disederhanakan bahwa tugas institusi akademik adalah membentuk insan akademis, yang selanjutnya hal tersebut akan menjadi sebuah fungsi bagi mahasiswa itu sendiri. Insan akademis itu sendiri memiliki dua ciri yaitu : memiliki sense of crisis dan selalu mengembangkan dirinya.

Insan akademis harus memiliki sense of crisis, yaitu peka dan kritis terhadap masalah-masalah yang terjadi di sekitarnya saat ini. Hal ini akan tumbuh dengan sendirinya bila mahasiswa itu mengikuti watak ilmu, yaitu selalu mencari pembenaran-pembenaran ilmiah. Dengan mengikuti watak ilmu tersebut, maka mahasiswa diharapkan dapat memahami berbagai masalah yang terjadi dan terlebih lagi menemukan solusi-solusi yang tepat untuk menyelesaikannya.

Kedua, insan akademis harus selalu mengembangkan dirinya sehingga mereka bisa menjadi generasi yang tanggap dan mampu menghadapi tantangan masa depan. Dalam hal ini, insan akademis sebagai orang yang selalu mengikuti watak ilmu, juga berhubungan dengan peran mahasiswa sebagai penjaga nilai, dimana mahasiswa harus mencari nilai-nilai kebenaran itu sendiri, kemudian meneruskannya kepada masyarakat, dan yang terpenting adalah menjaga nilai kebenaran tersebut.  

Dari pemaran di atas. sedikitnya kita memiliki gambaran mengenai tugas dan fungsi mahasiswa. Walaupun, dalam konteks kekinian nampaknya beberapa poin di atas dapat dikatakan sebagai hal yang sulit, namun juga bukan hal yang tak mungkin dilakukan. Masih berbicara mengenai poin diatas, terkadang posisi mahasiswa dapat dikatakan rentan, sebab mahasiswa berdiri di antara idealisme dan realita. Tak jarang kita berat sebelah, saat kita membela idealisme ternyata kita melihat realita masyarakat yang semakin buruk. Saat kita berpihak pada realita, ternyata kita secara tak sadar sudah meninggalkan idealisme kita dan juga kadang sudah meninggalkan watak ilmu yang seharusnya kita miliki.Sebenarnya hal ini tidak akan terjadi apabila mahasiswa dapat menjalankan tugas dan fungsinya dengan baik dan benar.Seperti yang dikatakan pribahasa tak akan ada asap jika tidak ada api, tak akan ada masalah jika tidak ada penyebabnya.Maka dari itu, penulis berpesan jadilah mahasiswa seutuhnya, amalkan tugas dan fungsi mahasiswa sesuai dengan minat dan bakat masing-masing. Mari berproses menuju pribadi yang lebih baik.