Mahasiswa Baru Silaturahmi dengan Aparat Desa di Jatinangor

Kegiatan anjangsana atau silaturahmi para mahasiswa baru dengan kepala serta aparat desa di lingkungan Jatinangor. Kegiatan ini berlangsung di beberapa lokasi kampus Jatinangor, Rabu (24/08). (Foto oleh: Tedi Yusup)*

Kegiatan anjangsana atau silaturahmi para mahasiswa baru dengan kepala serta aparat desa di lingkungan Jatinangor. Kegiatan ini berlangsung di beberapa lokasi kampus Jatinangor, Rabu (24/08). (Foto oleh: Tedi Yusup)*

 

[Unpad.ac.id, 24/08/2016] Mahasiswa baru Universitas Padjadjaran Tahun Akademik 2016/2017 mengikuti anjangsana atau kunjungan silaturahmi Kepala Desa di Lingkungan Kecamatan Jatinangor. Acara ini dilaksanakan tersebar di sejumlah lokasi di lingkungan kampus Unpad Jatinangor, Rabu (24/08), dengan menghadirkan Kepala atau Aparat Desa dari 12 desa yang ada di Jatinangor.

“Tujuannya untuk lebih mendekatkan lagi Kepala Desa, berkenalan dengan masyarakat akademiknya. Jadi kalau selama ini masyarakat akademik yang selalu turun ke masyarakat desa, nah sekarang ini masyarakat desa yang berkunjung, anjangsana, ke masyarakat akademik ke kampus,” jelas Koordinator Pengampu Mata Kuliah Olahraga, Kesenian, dan Kreativitas TPB Unpad, Dr. Wahju Gunawan.

Para Kepala atau Aparat Desa yang hadir, diberi kesempatan untuk mengenal lebih jauh mahasiswa baru Unpad dengan langsung berinteraksi dengan mereka. Dalam kegiatan ini, para Kepala Desa juga mengungkapkan kondisi desa masing-masing, termasuk permasalahan dan potensinya.

Dari penjelasan kondisi desa tersebut, para mahasiswa yang sudah terbagi dalam sejumlah kelompok kemudian akan diminta untuk membuat  gagasan program bagi  masyarakat desa. Kegiatan ini juga terkait dengan mata kuliah Olahraga, Kesenian, dan Kreativitas yang akan mereka tempuh di semester pertama. Dengan demikian, setelahanjangsana Kepala Desa, para mahasiswa juga akan langsung terjun ke masyarakat di Jatinangor.

“Jadi sedini mungkin sudah dikenalkan dengan para Kepala Desa, begitupun Kepala Desa juga sedini mungkin kenal dengan mahasiswa baru yang sudah dibagi di 12 lokasi ini,” ujar Dr. Wahju.

Ketika terjun ke masyarakat nanti, mahasiswa sudah dibagi dalam 496 kelompok untuk masuk ke wilayah Rukun Tetangga, dan akan dipandu oleh 136 Koordinator RW yang merupakan staf pengajar di Unpad. Selain oleh dosen, kegiatan mahasiswa baru ini juga akan turut dipandu oleh mahasiswa senior sebagai mahasiswa pendamping/fasilitator lapangan.

“Di atasnya sendiri ada Koordinator Desa yang memang bertanggung jawab atas pelaksanaan proses belajar mengajar mata kuliah Olahraga, Kesenian, dan Kreativitas ini di masyarakat. Ini kategorinya seperti ‘kelas di masyarakat’ atau extended class,” jelas Dr. Wahju.

Dr. Wahju pun menjelaskan, dalam proses perkuliahan ini ada beberapa tahapan yang akan dilalui mahasiswa baru, meliputi konsolidasi internal, eksplorasi (langsung terjun ke masyarkat), dan konsolidasi eksternal dengan membuat gagasan program yang dibutuhkan masyarakat. Selanjutnya, adalah mengimplementasikan gagasan program tersebut bersama dengan masyarakat. Adapun gagasan dan program yang dikembangkan mahasiswa selain  dalam rangka pemecahan masalah yang ada di masyarakat, juga untuk mengembangkan potensi yang ada.

“Diharapkan mahasiswa baru ini bisa lebih memahami tentang masyarakatnya, dan ujungnya itu karakter mereka terbentuk. Sekaligus juga ini implementasi dari Pola Ilmiah Pokok Unpad dan juga sesuai dengan Visi Unpad,” harapnya.

Meski proses ini dilaksanakan selama satu semester, Dr. Wahju pun mengharapkan kesadaran masyarakat untuk turun ke desa akan selalu tetap ada. Kesadaran ini atas dasar saling membutuhkan dengan masyarakatnya.

“Ini sebetulnya bagian dari kepedulian Unpad terhadap masyarakat Jatinangor. Kedepan, diharapkan Unpad bersama-sama dengan universitas lain bisa secara sinergsi dan sistematis, mengembangkan wilayah Jatinangor ini,” ujar Dr. Wahju.*

Laporan oleh: Artanti Hendriyana / eh

Sumber: Unpad.ac.id