Selasa, 7 Maret 2018, warga Tamansari Bandung RW 11 beserta dengan beberapa ormas dan mahasiswa melakukan aksi unjuk rasa penolakan perihal penggusuran pemukiman mereka yang nantinya akan dibangun rumah deret. Adapun yang menjadi landasan masyarakat beserta beberapa elemen untuk melakukan aksi unjuk rasa penolakan perihal penggusuran pemumikan mereka adalah:
a. Ekskavator mulai merobohkan beberapa bangunan warga Tamansari Bandung RW 11 yang statusnya masih dalam pemeriksaan Pengadilan Tata Usaha Negara Bandung (No. perkara 152/G/2017/PTUN.BDG);
b. Lembaga yang terkait melakukan tindakan sebelum putusan pengadilan dikeluarkan (sebelum adanya kekuatan hukum yang tetap);
c. Kegiatan pembangunan belum mendapat izin lingkungan dan AMDAL. Pembangunan tidak sesuai dan belum memenuhi persyaratan sebagaimana tercantum pasal 36 ayat (1) dalam UU no. 32 tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup.

Namun, apa yang terjadi pada saat unjuk rasa adalah adanya tindak kekerasan yang dilakukan oleh oknum yang tidak bertanggung jawab berupa pelemparan kerikil dan pecahan beling serta pemukulan. Kekerasan tersebut mengakibatkan jatuhnya korban sebanyak 4 orang mengalami luka parah dan harus dilarikan ke rumah sakit, sementara 19 lainnya luka-luka.

Selanjutnya, terdapat spanduk perihal sosialisasi pembangunan rumah deret Tamansari yang dipasang di Taman Film. Spanduk tersebut diduga dibuat oleh Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman, Pertanahan, dan Pertamanan Kota Bandung. Terdapat beberapa institusi yang diklaim diundang dalam spanduk sosialisasi pembangunan rumah deret Tamansari, termasuk BEM Unpad. Akan tetapi, bahwasanya BEM Kema Unpad tidak pernah mendapatkan undangan apalagi menghadiri sosialisasi yang dilaksanakan oleh Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman, Pertanahan, dan Pertamanan Kota Bandung.

Maka dari itu, BEM Kema Unpad menuntut beberapa hal, diantaranya:
1. BEM Kema Unpad menolak seluruh bentuk tindak dan aksi kekerasan dalam permasalahan pembangunan rumah deret Tamansari Bandung;
2. BEM Kema Unpad menyatakan tidak terlibat dan tidak diundang oleh Pemerintahan Kota Bandung dalam kegiatan “Sosialisasi Pembangunan Rumah Deret Tamansari Bandung” serta menuntut klarifikasi dari Pemkot Bandung terkait pencatutan nama BEM Kema Unpad dalam sosialisasi pembangunan rumah deret Tamansari Bandung.

Demikian klarifikasi dan tuntutan yang telah kami buat, semoga menjadi maklumat bagi semua pihak.

BEM/0084/04/IV/2018

Departemen Kajian dan Aksi Strategis
Bidang Dinamisasi Kampus dan Kebijakan Publik
BEM Kema Unpad 2018
Satyagraha