Kajian Perubahan Nomenklatur BEM Kema Unpad 2016

Perubahan Nomenklatur Presiden-Wakil KEMA Unpad Menjadi Ketua dan Wakil Ketua BEM KEMA Unpad.


Perubahan ini berdasarkan Keputusan Rektor No.342/UN6.RKT/Kep/2016 tentang Pengukuhan Kepengurusan Organisasi Kemahasiswaan di Lingkungan Unpad Tahun 2016. Dalam keputusan tersebut nomenklatur yang digunakan adalah Ketua BEM Kema Unpad dan Wakil Ketua BEM Kema Unpad.

Lalu apakah bertentangan dengan Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga Keluarga Mahasiswa Universitas Padjadjaran yang menggunakan nomenklatur Presiden-wakil Kema Unpad? Jawabannya tidak. Karena berkaitan saat ini Universitas Padjadjaran yang statusnya sebagai PTN Badan Hukum, artinya Pemerintah dalam hal ini mempunyai kewenangan dan keterlibatan dalam mengatur dinamisasi kampus. Dalam hal ini Pemerintah menetapkan Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 51 Tahun 2015 tentang Statuta Universitas Padjadjaran. Kemudian Statuta Unpad ini dijadikan acuan dalam membuat dan menetapkan Peraturan Rektor tentang Pedoman Umum Tata Kelola dan Kegiatan Kemahasiswaan di Universitas Padjadjaran. Dan kemudian Peraturan Rektor ini dijadikan dasar dalam Keputusan Rektor No.342/UN6.RKT/Kep/2016 tentang Pengukuhan Kepengurusan Organisasi Kemahasiswaan di Lingkungan Unpad Tahun 2016. Sehingga seharusnya AD/ART Kema Unpad seharusnya menyesuaikan perubahan nomenklatur apapun itu yang sudah tidak sesuai dengan Peraturan Perundang-Undangan beserta turunannya.

Kemudian apabila dikaji secara akademis dalam sudut pandang gramatikal. Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), “ketua” berarti orang yang mengepalai atau memimpin, sedangkan “presiden” berarti (juga) kepala negara. Artinya apabila dikaitkan dengan penafsiran nasional, yaitu penafsiran yang didasarkan pada kesesuain dengan sistem hukum yang berlaku. Dengan demikian nomenklatur Presiden diartikan dengan kepala negara dan kepala pemerintahan Republik Indonesia. Maka lebih tepat menggunakan nomenklatur Ketua yang dalam ini sebagai kepala atau pimpinan suatu organisasi.

Maka dari pertimbangan di atas, BEM Kema Unpad bersikap untuk memutuskan menggunakan nomenklatur Ketua dan Wakil Ketua BEM Kema Unpad.

Lebih jauh daripada itu, perubahan nomenklatur tidak mengubah tugas dan fungsi BEM Kema Unpad sendiri. Kemudian perubahan nomenklatur ini tidak akan membuat error in persona karena sudah dikomunisakan oleh pihak-pihak terkait. Justru ada hal yang lebih penting daripada ini yaitu berkomitmen bersama membangun Kema Unpad yang lebih baik. Perubahan nomenklatur ini salah satu bentuk aksi selangkah lebih maju. Saat ini Kema Unpad harus mulai membiasakan benar, bukan membenarkan kebiasaan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *