Mengingat ucapan Leonarado Dicaprio pada upacara pembukaan penandatangan Paris Agreement, ia mengatakan, “Sebagai utusan perdamaian PBB, saya telah bepergian ke seluruh dunia selama dua tahun terakhir untuk mendokumentasikan bagaimana krisis ini mengubah keseimbangan alam planet kita. Saya telah melihat kota-kota seperti Beijing tercekik oleh polusi industri, Hutan Boreal Kuno di Kanada yang telah ditebang habis, dan hutan hujan di Indonesia yang telah dibakar. Di India saya bertemu para petani yang hasil panennya benar-benar tersapu oleh banjir bersejarah. Di Amerika, saya menyaksikan kekeringan yang belum pernah terjadi sebelumnya di California dan kenaikan permukaan laut membanjiri jalanan di Miami. Di Greenland dan di Artik, saya tercengang melihat bahwa gletser purba dengan cepat menghilang jauh sebelum prediksi ilmiah terjadi. Semua yang saya lihat dan pelajari dalam perjalanan ini telah membuat saya takut.“

Dalam ucapan tersebut, Leonardo Dicaprio mencoba menjelaskan bagaimana dampak dari terjadinya perubahan iklim dunia. Sebuah ancaman yang nyata telah terlihat, namun manusia seakan enggan untuk memikirkan hal tersebut. Untuk itu, Departemen Sosial Lingkungan Bidang Kemasyarakatan BEM Kema Unpad melakukan tindakan nyata sebagai aksi peduli lingkungan pada tanggal 20 sampai 22 April 2018 bertempat di hulu Sungai Citarum Kecamatan Kertasari, Kabupaten Bandung.

Kegiatan dalam rangka memperingati hari bumi ini dilakukan dengan melakukan penanaman pohon, penyemaian bibit, dan sosialisasi lingkungan kepada pelajar SMP Muhammadiyah 3 Kertasari. Sebanyak 2.500 bibit pohon ditanam di lima zona yang berbeda di sektor 1 Citarum Harum. Zona yang digeluti dalam kegiatan adalah lahan yang berada di kemiringan 40 hingga 80 derajat. Kontur tanahnya tidak rata, tetapi menyuguhkan tantangan menarik dalam melakukan penanaman. Selain itu medan juga terbilang berat, namun peserta berantusias dalam melakukan pengabdian penanaman pohon. Hal itu dibuktikan dengan tertanamnya 2.500 bibit yang tersebar di lima zona pada tanggal 21 April 2018.

Kemudian di tanggal yang sama, kegiatan sosialisasi pun dilakukan untuk memberikan edukasi kepada agen–agen perubahan muda untuk meningkatkan rasa peduli mereka terhadap lingkungan. Acara sosialisasi lingkungan ini dimulai dengan pematerian lingkungan dan dilanjutkan dengan kegiatan forum group discussion. Sedangkan tanggal 22 April 2018 merupakan akhir dari kegiatan di hulu Sungai Citarum, yaitu berupa penyemaian bibit di dua desa, Desa Cikembang dan Desa Tarumajaya.

Alasan pemilihan kawasan hulu Sungai Citarum dikarenakan
deforestasi yang begitu luas terjadi di daerah tersebut dan sekaligus membantu proyek Citarum Harum untuk mengeluarkan vonis Sungai Citarum yang menjadi sungai terkotor di dunia.

Ketua pelaksana Earthday 2018, Cipto Tri Utomo, mengatakan bahwa kegiatan pengabdian lingkungan tersebut sejatinya untuk menyelamatkan vonis rasa malu yang kelak akan didapatkan dari anak dan cucu kita jika kita hanya membiarkan kehancuran ini semakin parah tanpa sedikit pun upaya penyelamatan. Selain itu bentuk kegiatan ini bukan sebuah bentuk paksaan, namun berasaskan kesadaran karena pengabdian terlahir dari mereka–mereka yang peduli. Lingkungan bukanlah sebuah telinga yang mampu mendengar sebuah kata. Namun ia menanti hati–hati yang tergerak untuk peduli. Ia tak ‘kan pernah menolak aksi–aksi yang kecil, karena aksi kecil akan meneteskan aksi yang besar.

Lingkungan adalah tanggung jawab kita sekarang. Anda adalah harapan terakhir Bumi yang terakhir. Kami meminta Anda untuk melindunginya. Atau kita – dan semua makhluk hidup yang kita dambakan – adalah sejarah.
– Leornardo Dicaprio