[PRESS RELEASE] Kema Unpad Siap Mengawal Omnibus Law: Kami Tidak Akan Diam Saja

Share on facebook
Share on twitter

JATINANGOR- Badan Eksekutif Mahasiswa Keluarga Mahasiswa Universitas Padjadjaran
(BEM Kema Unpad) mengadakan kegiatan Diskusik (Diskusi Asik) dengan judul “Kacau Balau
Omnibus Law” pada 27 Februari 2020 bertempat di GOR Jati. Diskusik ini merupakan kegiatan
Diskusik pertama yang diadakan dalam kepengurusan BEM Kema Unpad 2020 Kabinet
Eksplorasi Makna sekaligus menjadi pembuka dari rangkaian Diskusik berikutnya mengenai
Omnibus Law.

“Diskusik ini kita buka untuk umum, tidak hanya mahasiswa namun pers, LSM, hingga buruh
juga kami undang untuk meruntuhkan stigma bahwa diskusi hanya untuk para petinggi BEM
ataupun mereka yang pintar. Diskusi ini sekaligus memberi pencerdasan bahwasanya Omnibus
Law adalah masalah kita bersama” ujar Virdian Aurellio, Kepala Departemen Propaganda dan
Aksi BEM Kema Unpad.

Isu Omnibus Law sendiri memang menjadi isu panas belakangan ini. Pro dan kontra mewarnai
keluarnya draft Omnibus Law RUU Cipta Lapangan Kerja. Sebelumnya pada bulan Januari lalu
aliansi serikat buruh sudah menggelar aksi di depan gedung DPR/MPR sebagai bentuk
penolakan terhadap substansi dari draft Omnibus Law RUU Cipta Lapangan Kerja yang
dianggap hanya menguntungkan bagi perusahaan dan investor namun merugikan bagi buruh.
Diskusik sendiri memang mengundang antusiasme yang besar dari banyak pihak. Banyak sekali
elemen yang datang mulai dari mahasiswa, pers, organisasi eksternal kampus, hingga aliansi
buruh turut hadir. Tak kurang dari 160 orang ikut duduk berdiskusi bersama dalam kegiatan
Diskusik ini.

Diskusik juga menuai respon positif dari peserta yang hadir salah satunya Miftah, mahasiswa
FIB Unpad “Diskusi diawali dengan pembahasan sehingga para peserta disana memahami narasi
yang akan didiskusikan. Argumentasi yang diutarakan tidak hanya menyajikan dari satu
perspektif sehingga bisa memperluas informasi dari berbagai sudut pandang. Selain itu juga
diskusi sangat efektif dan substansial sehingga peserta pun tidak canggung untuk mengutarakan
pendapat yang membuat suasana diskusi jadi sangat aktif dan interaktif” ujarnya.
Kegiatan Diskusik kemarin adalah langkah awal BEM Kema Unpad untuk menyikapi isu
Omnibus Law. “Sebagai mahasiswa tentu kita akan mengedepankan gerakan intelektual. Maka
dari itu kami mengadakan beberapa kegiatan mulai dari kajian, diskusi, propaganda kreatif,
hingga pada nanti pernyataan sikap dari BEM Kema Unpad mengenai isu Omnibus Law,” terang
Virdian.

Notula Diskusik dapat diakses melalui tautan berikut:
bit.ly/NotulensiDiskusik1

Dokumentasi Diskusik dapat diakses melalui tautan berikut:
bit.ly/DokumentasiDiskusik1

Narahubung : Narahubung : 081383439722 (Virdian Aurellio)

Submit a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *