ASEAN Youth Initiative Conference 2017

In a second arrangement of its event, ASEAN Youth Initiative Conference brings together again the power of youth’s mind in putting effort on making a better future for the world through Sustainable Development Goals (SDGs) with the conference held in Bandung, 11-14 September 2017. With the grand theme of “Ensuring Fairness, Advancing ASEAN”, AYIC 2017 was held at Unpad Training Center in Bandung, Jawa Barat, Indonesia.

AYIC 2017 kicked off with an opening ceremony with performances from Grup Tari Nusantara and Angklung Orchestra from FIB Universitas Padjadjaran preceding a seminar with speaker UNV Indonesia Programme Officer Miyeon Park talking about the importance of every individual’s role on achieving SDGs. At the same day, the delegates are then introduced to their respective chambers to present each of their paper.

The very next day on the 12th of September, the delegates assemble together again in an arrangement of Parallel Workshops. Professionals as speakers on day 2 were Doni Wibisono (Head of Komite Kebijakan Publik & Hubungan Antar Lembaga), Rizky A.A. Syamsunamo MD., PhD (Metabolism and Cardiovascular Medical Doctor, Department of Biochemistry & Molecular Biology), Maria Katherina G.L., S.T. (Bachelor of Environmental Engineering), and Calvin Khloe (Head of Substance Division at Indonesia Berbicara NGO). Nearing the end of day 2, delegates are invited to join in on a field trip around Braga, visiting tourist landmarks and playing fun get-together games.

The third day of AYIC on 13th September was filled with Intensive Forum Discussion on forming the action plan to be presented on the last day’s public conference. Chamber 1: Zero Hunger, with Dr. Ima Mulyana Zaenuddin (Senior Official of the Indonesian Cassava Society (MSI)) as moderator, Chamber 2: Good Health and Well-being, with Ulfah Hasna Hasibah (Mawapres 2017, Faculty of Medicine, Universitas Padjadjaran), Chamber 3: Clear Water and Sanitation, with Adelia Puspita (Junior Engineer PT. Jagad Sanitasi Indonesia), dan yang terakhir, Chamber 4: Reduced Inequalities, with Hanifah Ahmad (Policy-lead—Anti-Corruption, British Embassy, Jakarta).

And on the last day of AYIC on the 14th, the event’s pinnacle, the public conference commences with the theme “Achieving SDGs for Advanced ASEAN” at Bale Rumawat, Bandung. The results of intensive discussions are presented on this day in which the action plans that are formulated are introduced to the public, and will be implemented by the participants in their respective home countries. The public conference also held a seminar with honored speakers Prof. Dr. Armida S. Alisjahbana (State Minister of BAPPENAS, President of Indonesian Regional Science Association & Former Director of CEDs), Dr. Panji Fortuna Hadisoemarto (Deputy Director of SDGs Center, Universitas Padjadjaran), Yasmi Adriansyah (PhD Candidate of International Relations, ANU & Co-Founder of ENLIGHTS) and Wandira Senja Larasati (Researcher of Center for Sustainable Development Goals (SDGs Center, Universitas Padjajaran) as moderator. The conference then ends with a performance from Matchapella and a poem recital by Angela Silvana.

The results of the action plans synthesized by the delegates will be available for download on theayic.com, with the hope that the brainpower and spirit of the youth can together achieve and sustain the SDGs for the future.

Bahasa Indonesia


Dalam rangkaian acara kedua  AYIC (ASEAN Youth Initiative Conference), AYIC kembali menyatukan kekuatan pikiran pemuda-pemuda dalam usahanya untuk membuat masa depan dunia yang lebih baik melalui Sustainable Development Goals (SDGs). Dengan tema besar “Ensuring Fairness, Advancing ASEAN”, AYIC 2017 digelar di Unpad Training Center, Bandung, Jawa Barat, Indonesia pada tanggal 11-14 September 2017.

Rangkaian acara hari pertama dimulai dengan Opening Ceremony berupa seminar yang dihadiri oleh pembicara dari UNV Indonesia yaitu Miyeon Park yang bekerja sebagai Programme Officer. Dalam seminarnya, Park membicarakan pentingnya peran individu dalam melaksanakan SDGs. Selain seminar, para peserta AYIC 2017 juga dihibur dengan berbagai macam penampilan khas daerah-daerah Indonesia, seperti tarian-tarian tradisional dari Grup Tari Nusantara dan Orkestra Angklung dari Fakultas Ilmu Budaya Universitas Padjadjaran. Pada hari yang sama, para peserta memasuki chamber-chamber SDGs yang sudah disiapkan panitia sebelumnya dan mempresentasikan paper mereka masing-masing.

Pada hari berikutnya, para peserta AYIC dikumpulkan kembali untuk mengikuti Parallel Workshops. Para pembicara dalam Parallel Workshops di hari kedua adalah Doni Wibisono (Head of Komite Kebijakan Publik & Hubungan Antar Lembaga), Maria Katherina G.L., S.T. (Bachelor of Environmental Engineering), and Calvin Khloe (Head of Substance Division at Indonesia Berbicara NGO). Menjelang malam hari, para peserta diajak untuk field trip di sekitar Braga, Bandung, untuk mengunjungi tempat-tempat wisata dan bermain berbagai macam games bersama-sama.

Hari ketiga AYIC 2017 diisi dengan Intensive Forum Discussion dimana para peserta akan menyusun Action Plan yang akan dipresentasikan pada Public Conference di hari keempat. Setiap chamber dipimpin oleh seorang ahli dibidang SDGs yang bersangkutan, yaitu, Chamber 1: Zero Hunger, diisi oleh Dr. Ima Mulyana Zaenuddin (Senior Official of the Indonesian Cassava Society (MSI)), Chamber 2: Good Health and Well-being, dengan Ulfah Hasna Hasibah (Mawapres 2017, Faculty of Medicine, Universitas Padjadjaran), Chamber 3: Clear Water and Sanitation, dengan Adelia Puspita (Junior Engineer PT. Jagad Sanitasi Indonesia), dan yang terakhir, Chamber 4: Reduced Inequalities, dengan Hanifah Ahmad (Policy-lead—Anti-Corruption, British Embassy, Jakarta).

Hasil diskusi setiap chamber nantinya akan menghasilkan Action Plan yang akan dipresentasikan di dalam sebuah Public Conference yang dihadiri masyarakat dari berbagai macam kalangan. Action Plan yang sudah dipresentasikan oleh perwakilan dari tiap chamber diharapkan dapat diterapkan di dalam kehidupan sehari-hari dan dapat memecahkan berbagai masalah yang berkaitan dengan SDGs yang bersangkutan. Public Conference dilaksanakan pada tanggal 14 September 2017 di Bale Rumawat, Universitas Padjadjaran. Tema dari Public Conference yang digelar adalah “Achieving SDGs for Advanced ASEAN”. Para peserta mempresentasikan hasil temuan dan diskusinya, action plan dan campaign mereka dengan antusias. Bukan hanya itu saja, para peserta AYIC 2017 dan juga para pendaftar Public Conference berkesempatan untuk mengikuti seminar yang diisi oleh ahli-ahli SDGs, yaitu, Prof. Dr. Armida S. Alisjahbana (State Minister of BAPPENAS, President of Indonesian Regional Science Association & Former Director of CEDs), Dr. Panji Fortuna Hadisoemarto (Deputy Director of SDGs Center, Universitas Padjadjaran), Yasmi Adriansyah (PhD Candidate of International Relations, ANU & Co-Founder of ENLIGHTS) dan yang terakhir Wandira Senja Larasati (Researcher of Center for Sustainable Development Goals (SDGs Center, Universitas Padjajaran) yang berperan sebagai moderator. AYIC 2017 ditutup dengan penampilan dari Mathcapella dan pembacaan puisi oleh Angela Silvana. Action Plan yang sudah disusun dan dipresentasikan oleh peserta nantinya dapat di unduh di situs web AYIC 2017 (theayic.com). Action Plan hasil kerja keras para peserta diharapkan dapat dijadikan pedoman oleh pemuda-pemuda untuk menghadapi isu-isu global, terutama pada Sustainable Development Goals.