Apa Kabar PSDKU Universitas Padjadjaran?

Sebagai salah satu bentuk keikutsertaan Universitas Padjadjaran untuk meningkatkan pembangunan wilayah Jawa Barat, khususnya daerah Priangan Timur, Unpad membuka program Pendidikan Multi Kampus yang kemudian berubah menjadi Program Studi Diluar Kampus Utama (PSDKU). Hal tersebut  seiring dengan terbitnya Peraturan Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi Republik Indonesia nomor 1 tahun 2017 mengenai Pembukaan, Perubahaan, dan Penutupan Program Studi di Luar Kampus Utama Perguruan Tinggi. Pendirian PSDKU Unpad Pangandaran kabarnya adalah hasil kerjasama antara Pemerintah Provinsi Jawa Barat dan Pemerintah Kabupaten Pangandaran guna meningkatkan dan mempercepat proses pembangunan di Kabupaten Pangandaran yang merupakan kabupaten termuda di Jawa Barat. Adapun program studi yang dibuka  adalah jenjang sarjana, Yakni jurusan Administrasi Bisnis (Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik), Peternakan (Fakultas Peternakan), Ilmu Komunikasi (Fakultas Ilmu Komunikasi), Keperawatan (Fakultas Keperawatan), dan Perikanan (Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan).

Pembahasan mengenai pendirian PSDKU Unpad Pangandaran sebenarnya telah dilakukan sebelum Unpad Pangandaran diresmikan pada bulan Agustus 2016 lalu. Pada mulanya Unpad Pangandaran direncanakan akan melakukan penerimaan mahasiswa baru sekaligus melaksanakan kegiatan perkuliahan pada tahun 2017. Namun pada kenyataannya penerimaan mahasiswa serta pelaksanaan perkuliahan justru telah dimulai pada tahun 2016. Munculah indikasi bahwa pendirian Unpad Pangandaran dilakukan terburu-buru tanpa perencanaan yang matang. Dalam berita yang dimuat www.unpad.ac.id bulan Agustus 2016 silam, Gubernur Jawa Barat, Ahmad Heryawan memaparkan, “Rencananya, kampus Unpad Pangandaran ini akan hadir tahun 2017 yang akan datang, ternyata Pak Rektor luar biasa gesit, langung berkoordinasi dengan berbagai pihak termasuk dengan Bupati Pangandaran. Saya kaget ketika Pak Rektor menyatakan siap pada tahun 2016 ini menerima mahasiswa baru,”. Hal ini senada dengan apa yang disampaikan Bupati Pangandaran, Jeje Wiradinata, “Saya kaget Pak Gubernur, Pak Rektor datang ke sini 3-4 kali hanya dalam jangka waktu 2-3 bulan. Tiba-tiba beliau memberitahukan saya, nanti tanggal 18 Agustus sudah ada keputusan mahasiswa yang akan dimultikampuskan di Pangandaran. Ini luar biasa,” Namun sangat disayangkan, kesiapan Unpad untuk mendirikan Unpad Pangandaran pada tahun 2016 ini tidak diringi dengan kesiapan sarana dan prasarana serta pengajar yang memadai.

Terhitung sejak 6 bulan berdiri, banyak masalah yang bermunculan. Mulai dari permasalahan asrama yang pada mulanya dijanjikan oleh pihak Unpad akan diberikan kepada mahasiswa Unpad Pangandaran selama 2 semester, realitanya asrama tersebut hanya bertahan 1 semester, akibatnya mahasiswa Unpad Pangandaran harus mencari kos/kontrakan satu minggu menjelang perkuliahan semester genap dimulai. Persoalan lain diantaranya dosen yang jarang hadir sehingga materi perkuliahan mahasiswa Unpad Pangandaran tertinggal dengan mahasiswa di Jatinangor. Belum lagi sarana prasarana yang terbatas dan keberlanjutan program PSDKU Unpad Pangandaran yang belum jelas. Ditambah banyak persyaratan-persyaratan yang termaktub dalam Peraturan Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi Republik Indonesia nomor tahun 2017 mengenai Pembukaan, Perubahaan, dan Penutupan Program Studi di Luar Kampus Utama Perguruan Tinggi yang masih belum terpenuhi oleh PSDKU Unpad Pangandaran seperti halnya ukuran perpustakaan, laboratorium, ruang dosen tetap dan ruang administrasi yang sesuai ukuran, sarana praktikum, dan lain-lain.

Berangkat dari permasalahan-permasalahan tersebut dilakukanlah audiensi antara perwakilan dari BEM Kema Unpad, Perwakilan Fakultas, BPM, serta perwakilan mahasiswa Unpad Pangandaran yang dilaksanakan Senin, 6 Maret 2017 bertempat di gedung Rektorat lantai 2. Audiensi tersebut dilakukan bersama Wakil Rektor II Universitas Padjadjaran, Bapak Arief Sjamsulaksan Kartasasmita, dr., SpM(K), M.Kes., Phd. serta Direktur Sarana dan Prasarana Unpad, Bapak Dr. Irwan Ary Dharmawan. Hal ini dilakukan dalam upaya meminta kejelasan perihal permasalahaan PSDKU Unpad Pangandaran. Berikut ini adalah hasil diskusi lengkap dalam audiensi yang dilakukan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *